Bali memiliki tradisi tekstil tenun tangan yang mendalam. Tekstil ini penting bagi masyarakat Bali karena memiliki banyak peran dalam kehidupan. Gringsing, Endek, Rangrang, Poleng, dan Prada terkenal sebagai pakaian tradisional Bali.
Tidak ada konteks sejarah yang dapat ditemukan Red Thread tentang siapa yang pertama kali membawa Batik ke Bali dan kapan. Dugaan kami adalah setelah Kerajaan Majapahit runtuh dan banyak orang Jawa Hindu kemudian bermigrasi ke Bali. Namun, kami tahu bahwa pada tahun 1963 Bali menyambut toko dan galeri Batik pertamanya yang disebut Batik Popiler.
Mereka membeli Batik Jawa untuk dijual kembali kepada penduduk lokal dan wisatawan di Denpasar. Beberapa tahun kemudian, mereka mulai memproduksi Batik sendiri. Sekitar tahun 1970, seorang pria bernama Pande Putu Krishna dari Batubulan, Gianyar, memelopori gerakan Batik gaya Bali. Pola-pola Batik baru yang terinspirasi oleh fauna dan flora Bali muncul. Pada awalnya, bentuk dan warnanya mirip dengan Batik klasik yang terutama menggunakan pewarnaan cokelat. Namun seiring dengan terus berkembangnya seniman Bali, kita akan melihat lebih banyak warna dan pola, kemudian menambahkan teknik tie-dye (jumputan) ke dalamnya.
Tidak ada konteks sejarah yang dapat ditemukan Red Thread tentang siapa yang pertama kali membawa Batik ke Bali dan kapan. Dugaan kami adalah setelah Kerajaan Majapahit runtuh dan banyak orang Jawa Hindu kemudian bermigrasi ke Bali. Namun, kami tahu bahwa pada tahun 1963 Bali menyambut toko dan galeri Batik pertamanya yang disebut Batik Popiler.
Mereka membeli Batik Jawa untuk dijual kembali kepada penduduk lokal dan wisatawan di Denpasar. Beberapa tahun kemudian, mereka mulai memproduksi Batik sendiri. Sekitar tahun 1970, seorang pria bernama Pande Putu Krishna dari Batubulan, Gianyar, memelopori gerakan Batik gaya Bali. Pola-pola Batik baru yang terinspirasi oleh fauna dan flora Bali muncul. Pada awalnya, bentuk dan warnanya mirip dengan Batik klasik yang terutama menggunakan pewarnaan cokelat. Namun seiring dengan terus berkembangnya seniman Bali, kita akan melihat lebih banyak warna dan pola, kemudian menambahkan teknik tie-dye (jumputan) ke dalamnya.

Pisang Bali, dan Barong Bali
Kami kemudian mulai melihat tarian, ritual, dan rutinitas sehari-hari sebagai pola Batik gaya Bali.

Buketan
Buketan merupakan motif batik khas Bali. Sesuai dengan namanya, buketan berarti seikat bunga. Nama tersebut berasal dari bahasa Prancis, yaitu bouquet. Motif batik Bali ini berupa tanaman bunga atau tanaman kecil yang disusun di sepanjang kain dengan tambahan hiasan berupa kupu-kupu, hong, dan burung bangau yang menambah nilai estetika.

Abyorhokokai
Motif batik Bali yang lain yang cukup menonjol adalah Abyorhokokai. Motif ini menggambarkan keindahan burung merak sebagai poros kain. Karena motif ini dipengaruhi oleh budaya Jepang, kelopaknya tampak mirip dengan bunga sakura.
